Daftar Isi

    Linus Torvalds Pakai AI untuk Kernel Linux: Fakta Lengkap dan Dampaknya bagi Pengembang Indonesia

    Kamis, 15 Oktober 2026 · 5 menit baca · 3 views

    Ringkasan ahli

    Linus Torvalds, pencipta Linux dan Git, kini memakai AI dalam pengembangan kernel Linux. Pada Oktober 2026, ia menggunakan Claude Code, alat pemrograman AI buat

    Linus Torvalds, pencipta Linux dan Git, kini memakai AI dalam pengembangan kernel Linux. Pada Oktober 2026, ia menggunakan Claude Code, alat pemrograman AI buatan Anthropic, untuk menyusun delapan perubahan kode yang mengatasi masalah kinerja di Linux. Perubahan tersebut masih eksperimental dan belum masuk ke kernel Linux resmi.

    Langkah ini menjadi perhatian karena sikap Torvalds terhadap AI sebelumnya sangat skeptis. Pada 2024, ia menyebut industri AI sebagian besar hanyalah pemasaran.

    Apa yang Dikerjakan Linus Torvalds dengan AI?

    Pada Oktober 2026 ada dua pekerjaan kernel yang dilakukan Torvalds dengan bantuan AI.

    1. Patch Kinerja Page Cache dengan Claude Code

    Torvalds membuat cabang baru di repositori kernelnya bernama noref-filemap-read-with-llm. Cabang ini berisi delapan patch yang dibangun di atas Linux 7.3-rc6, dan belum memiliki target rilis untuk digabungkan.

    Patch ini menangani masalah saat banyak thread membaca berkas yang sama. Setiap thread memperbarui penghitung yang sama, sehingga thread-thread itu saling menghambat. Masalah ini pertama kali diangkat Matthew Wilcox pada 2024. Solusi Torvalds melewati langkah penahanan referensi tersebut. Agar tetap aman, memori yang keluar dari cache tidak langsung dipakai ulang sampai jeda singkat berlalu.

    Hasil pengujiannya signifikan. Pengujian dilakukan di laptop Torvalds dengan sebagian proteksi keamanan dimatikan. Delapan thread yang membaca satu berkas meningkat dari sekitar 10 juta menjadi 30–33 juta pembacaan per detik.

    Pembagian kerjanya juga jelas. Torvalds menjalankan pengukuran sendiri. Claude Code, di bawah arahannya, mengerjakan kode, program uji, tinjauan atas daftar masalah yang diketahui, dan draf pesan commit.

    2. Menemukan Bug Berusia 13 Tahun di assoc_array

    Pekerjaan kedua berkaitan dengan assoc_array, implementasi larik asosiatif yang dipakai subsistem keyring kernel Linux. Pustaka ini ditulis David Howells dari Red Hat pada September 2013.

    Kasusnya berawal saat pengembang Nils Ollrogge melaporkan bug dan mengirimkan perbaikan. Torvalds kesulitan memahami kodenya, sehingga ia memakai LLM untuk memecah fungsi-fungsi besar menjadi bagian yang lebih mudah dibaca. Kode itu lalu diuji dengan test harness di ruang pengguna. Pengujian ini mengonfirmasi bug yang dilaporkan sekaligus menemukan tiga bug lain, semuanya berasal dari commit pertama pustaka tersebut pada 2013.

    Patch ini diperkirakan masuk ke kernel melalui merge window Linux 7.4.

    Perjalanan Sikap Linus Torvalds terhadap AI Sepanjang 2026

    Perubahan sikap Torvalds terjadi bertahap sepanjang tahun ini:

    WaktuPeristiwa
    Awal 2026Torvalds memakai AI untuk proyek audio pribadinya, AudioNoise.
    Maret 2026Sashiko, sistem code review berbasis AI buatan insinyur Google, dirilis sebagai open source.
    April 2026Kernel Linux merilis kebijakan resmi asisten pemrograman AI bersamaan dengan Linux 7.0.
    Mei 2026Torvalds mengeluhkan laporan bug buatan AI yang membuat milis keamanan kernel sulit dikelola.
    15 Juli 2026Torvalds menyatakan di milis kernel bahwa Linux tidak antiAI, dan pengembang yang menolak boleh mem-fork proyek.
    Agustus 2026Torvalds memperbaiki bug kernel dengan bantuan AI. Prosesnya membutuhkan 24 patch debug dan 18 kali boot kernel.
    Oktober 2026Patch page cache dengan Claude Code dan perbaikan assoc_array dirilis.

    Dalam kasus Agustus, AI beberapa kali menyatakan masalahnya mustahil dipecahkan, tetapi Torvalds menolak berhenti. Perbaikan itu masuk ke Linux 7.3 dan ditandai untuk di-backport ke cabang kernel stabil.

    Di Open Source Summit Europe di Praha, Torvalds mengatakan AI bekerja baik selama diperlakukan sebagai alat, dan membuat pemrograman lebih menyenangkan baginya. Ia juga mengakui bahwa beban AI terhadap para maintainer kernel sudah menjadi masalah nyata.

    Aturan Resmi Penggunaan AI di Kernel Linux

    Kernel Linux punya dokumen kebijakan resmi berjudul AI Coding Assistants. Poin-poin utamanya:

    • Signed-off-by hanya untuk manusia. Agen AI dilarang menambahkan tag Signed-off-by, karena hanya manusia yang secara hukum dapat menyatakan Developer Certificate of Origin.
    • Manusia bertanggung jawab penuh. Pengirim patch wajib meninjau semua kode buatan AI, memastikan kepatuhan lisensi, dan menanggung penuh tanggung jawab atas kontribusinya.
    • Wajib mencantumkan tag Assisted-by. Kontribusi yang dibantu AI harus menyertakan tag Assisted-by sebagai atribusi.
    • Lisensi tetap berlaku. Semua kode harus kompatibel dengan GPL-2.0-only.
    • Bug harus terverifikasi. Untuk bug yang tidak sepele, AI harus membuat reproducer, karena banyak laporan yang tidak terverifikasi ternyata tidak valid.

    Penggunaan AI tetap bersifat sukarela. Proyek kernel tidak mewajibkan maupun melarang alat AI.

    Dampaknya bagi Pengembang dan Industri Teknologi Indonesia

    Untuk Kontributor Open Source

    Kasus assoc_array menunjukkan cara memakai AI yang paling realistis, yaitu untuk memahami kode yang rumit dan membuat program uji, bukan menghasilkan patch siap kirim. Pengembang Indonesia yang ingin berkontribusi ke proyek global seperti kernel Linux bisa memakai AI untuk mempelajari basis kode. Namun patch tetap dinilai dengan standar yang sama, dan kontributor tetap wajib menyertakan atribusi Assisted-by.

    Untuk Instansi dan Perusahaan

    Lembaga seperti BSSN, Kementerian Komunikasi dan Digital, perbankan, maupun startup dapat meniru model tata kelola kernel Linux saat mengadopsi AI untuk code review dan audit keamanan:

    1. Setiap temuan AI harus disertai bukti yang bisa direproduksi.
    2. Penggunaan AI dicatat secara eksplisit dalam setiap perubahan kode.
    3. Selalu ada penanggung jawab manusia untuk setiap kontribusi.
    4. Kapasitas tim untuk memverifikasi temuan AI disiapkan, karena volume laporan AI bisa membebani tim, seperti yang dialami milis keamanan kernel pada Mei 2026.

    Untuk Kurikulum Ilmu Komputer

    Kampus seperti ITB, UI, UGM, ITS, dan Telkom University tetap perlu menekankan penguasaan sistem operasi, manajemen memori, konkurensi, dan bahasa C. Dalam ketiga kasus di atas, Torvalds bisa memanfaatkan AI justru karena ia memahami sistemnya. Ia tahu kapan AI keliru, mampu merancang kompromi keamanan memori, dan bisa menilai hasil pengujian. Kemampuan membaca, menguji, dan mengkritisi kode, termasuk kode buatan AI, menjadi kompetensi penting bagi lulusan ilmu komputer.

    FAQ

    Apakah Linus Torvalds menggunakan AI untuk menulis kode kernel Linux?
    Ya. Pada Oktober 2026, ia memakai Claude Code untuk menyusun delapan patch kinerja di cabang eksperimental, dan memakai LLM untuk merapikan kode assoc_array. Keduanya belum digabungkan ke kernel utama.

    AI apa yang digunakan Linus Torvalds?
    Pesan commit patch kinerjanya secara eksplisit menyebut Claude Code dari Anthropic.

    Apakah kernel Linux menerima kode buatan AI?
    Ya, dengan syarat. Kontributor manusia harus meninjau kodenya, menambahkan Signed-off-by sendiri, mencantumkan tag Assisted-by, dan bertanggung jawab penuh atas kontribusinya.

    Berapa besar kode kernel Linux saat ini?
    Kode sumber kernel melampaui 40 juta baris sejak Linux 6.14-rc1 pada awal 2025, termasuk komentar dan dokumentasi.

    Penggunaan AI oleh Linus Torvalds menunjukkan bahwa AI sudah menjadi alat kerja yang sah dalam pengembangan kernel Linux, tetapi dengan aturan yang ketat. AI mengerjakan tugas berat seperti instrumentasi debug, pemecahan fungsi, program uji, dan draf dokumentasi. Keputusan teknis, pengukuran, dan tanggung jawab tetap berada di tangan manusia. Bagi pengembang Indonesia, kuncinya ada pada pemahaman sistem yang kuat, verifikasi yang disiplin, dan atribusi yang jujur saat memakai AI.


    Sources:

    Katon Fajar

    Penulis

    Katon Fajar

    Hai, saya Katon Fajar Utomo. Seorang Web Developer & SEO Specialist yang berfokus membangun website modern, sistem internal yang efisien, dan optimasi mesin pencari berorientasi performa.

    Artikel lain oleh Katon Fajar

    Lanjut baca